Solusi Ilahi & Nabawi Untuk Atasi Bencana Asap (Bagian 2)
Oleh: Habib Mahdi bin Syahab *

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas bagaimana Solusi Ilahi untuk mengundang pertolongan Allah mengatasi masalah bencana asap yang tengah melanda (Baca: http://www.fpi.or.id/2015/10/solusi-ilahi-nabawi-untuk-atasi-bencana.html). Berikut adalah kelanjutannya.

SOLUSI NABAWI

Ketika Rasulullah SAW wafat, Sayyidina Abbas RA, paman Rasulullah adalah orang yang paling merasa kehilangan serta bersedih atas kepergiannya. Sayyidina Abbas RA, selanjutnya menjalani hidup dengan terhormat di bawah pemerintahan Khalifah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq maupun pada masa kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khathab.

Pada suatu hari dalam pemerintahan Khalifah Sayyidina Umar, terjadi paceklik hebat dan kemarau ganas. Orang-orang berdatangan kepada Khalifah untuk mengadukan kesulitan dan kelaparan yang melanda daerahnya masing-masing.

Sayyidina Umar menganjurkan kepada Muslimin yang berkemampuan agar mengulurkan tangan membantu saudara-saudaranya yang ditimpa kekurangan dan kelaparan. Kepada para penguasa di daerah diperintahkan supaya mengirimkan kelebihan daerahnya ke pusat.

Seseorang bernama Ka'ab menemui Khalifah Umar seraya berkata, "Wahai Amirul Mukminin, biasanya Bani Israel kalau menghadapi bencana semacam ini, mereka meminta hujan dengan kelompok para nabi mereka."

Usulan ini dipahami dan direspon oleh Khalifah Umar. Namun karena saat itu Nabi sudah tiada, Khalifah Umar lantas pergi kepada Sayyidina Abbas, paman Nabi SAW yang sekaligus pemimpin Bani Hasyim. Khalifah Umar menceritakan kesulitan besar yang dialami umatnya. 

Ia mengajak Sayyidina Abbas untuk berdoa, memohon pertolongan Allah. Kemudian keduanya naik ke atas mimbar seraya berdoa, "Ya Allah, kami menghadapkan diri kepada-Mu bersama dengan paman Nabi Nabi dan saudara kandung ayahnya, maka turunkanlah hujan-Mu dan janganlah kami sampai putus asa!"

Sayyidina Abbas lalu meneruskan, memulai doanya dengan puja dan puji kepada Allah SWT, "Ya Allah, Engkau yang mempunyai awan dan Engkau pula yang mempunyai air. Sebarkanlah awan-Mu dan turunkanlah air-Mu kepada kami. Hidupkanlah semua tumbuh-tumbuhan dan suburkanlah semua air susu.”

“Ya Allah, Engkau tidak mungkin menurunkan bencana kecuali karena dosa dan Engkau tidak akan mengangkat bencana kecuali karena tobat. Kini umat ini sudah menghadapkan dirinya kepada-Mu maka turunkanlah hujan kepada kami..."

Ternyata doanya itu langsung diterima dan diijabah Allah SWT. Hujan lebat turun dan tumbuh-tumbuhan tumbuh dengan suburnya. Orang-orang bersyukur kepada Allah dan mengucapkan selamat kepada Sayyidina Abbas, "Selamat kepadamu, wahai Saqil Haramain, yang mengurusi minuman orang di Makkah dan Madinah."

Semua cerita di atas seolah memberikan jawaban bahwa keberkahan Rasulullah mengalir buat umatnya, kehadiran beliau dan apapun yang berhubungan dengan beliau membuat Hujan diturunkan, betapa tidak, hujan adalah Rahmat Allah dan semua Rahmat bersumber dari beliau bahkan beliau diutus oleh Allah sebagai Rahmatan lil 'Alamiin, Rahmat bagi alam semesta.

Musibah dan azabpun tidak akan menimpa satu kaum yang Rasulullah ada di tengah mereka, Allah berfirman : "Dan sekali-kali Allah tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau (Muhammad) berada ditengah mereka. dan sekali-kali Allah tidak akan mengazab mereka sedangkan mereka terus menerus berISTIGHFAR".

Ayat tersebut adalah ayat yang sangat umum, Al Qur'an cocok untuk seluruh zaman, ketika Allah mengatakan : “Anta Fiihim”, engkau ada di tengah mereka, ini bisa berlaku sangat umum, Rasulullah hadir di tengah kita bisa dengan fisiknya, namun bisa juga dimaknai dengan menjalankan ajarannya, menghidupkan sunnahnya, menapaki jalannya, menjadikan beliau sebagai tauladan, memperbanyak shalawat kepadanya dan hal-hal lain yang memberikan makna hidupnya beliau di tengah-tengah kita.

KESIMPULAN

Dari berbagai riwayat dan cerita di atas dapat diketahui ada 2 perkara agar hujan kembali membasahi negeri ini dan secara umum agar bangsa ini terhindar dari musibah, azab dan bencana.

Solusi Ilahi dengan menghentikan maksiyat dan memperbaharui taubat, memperbanyak ISTIGHAR. Solusi Nabawi, hadirkan Rasulullah di tengah kita. Bagaimana caranya, sedangkan beliau sudah wafat? Caranya, pertama Hidupkan syariat dan Sunnahnya, kedua Tinggalkan maksiyat dan perbanyak sholawat bagi beliau, ketiga hormati dan cintai sahabat serta keluarganya. Intinya semua hal yang disenangi oleh beliau SAW, kita kerjakan. 

Itulah cara kita memancing turunnya rahmat Allah. Semoga hujan segera turun membasahi bumi Indonesia, negeri yang kita cintai. Amin ya Rabbal Alamin. (*)

* Penulis adalah ketua DPD FPI Sumatera Selatan, Alumni Ma'had Darul Musthofa Tarim Hadramaut Yaman.
Label:

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.