FPI Online, Surabaya - Seminggu terakhir ini umat Islam digegerkan dengan ditemukannya sandal dengan motif lafadz Allah dalam tulisan Arab. Sandal dengan merek Glacio seri G-2079 fotonya beredar luar di Sosial Media.

Tak pelak, hal ini langsung memancing amarah umat Islam. Pasalnya, penempatan lafadz Allah pada bagian alas sandal ini dinilai telah melecehkan nama Allah yang sangat dimuliakan umat Islam.

Sandal yang diproduksi oleh PT. Pradipta Perkasa Makmur (PT. PPM), Krian Sidoarjo ini menurut informasi yang dihimpun FPI Online, sudah diproduksi sebanyak puluhan ribu pasang sejak September 2014 serta dipasarkan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan sekitarnya.

Berkat derasnya laporan masyarakat, kasus ini saat ini sudah ditangani oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur. Pada Sabtu lalu (10/10) pemilik PT. PPM, Mr. Lou Hwa dipanggil ke Polda Jatim untuk dimintai keterangan terkait produksi perusahaannya. Ratusan pasang sandal pun berhasil disita dan diamankan.

Lebih jauh dari itu, di media sosial beredar rahasia desain alas sandal itu yang ternyata adalah kaligrafi surat Al Ikhlas. Tepatnya, dua kaligrafi surat Al Ikhlas dengan ukuran sedikit berbeda kemudian dipotong sesuai bentuk sandal. Hal ini makin menguatkan dugaan bahwa memang ada unsur kesengajaan.

Menanggapi hal ini, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) telah menginstruksikan kepada FPI Jawa Timur agar segera mengambil tindakan hukum.

“Masalah ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan maaf-maafan saja. Ini harus dibawa ke meja hijau.” Ujar KH. Jakfar Shiddiq, wakil ketua umum FPI.

Menurut Kyai Jakfar, proses hukum diperlukan agar ada penjeraan, sehingga ke depan tidak ada lagi yang berani melakukan tindakan serupa.

Sementara itu, ditempat terpisah, Ketua Badan Hukum Front (BHF) FPI Jawa Timur, Bapak Andre Kurniawan, SH mengatakan bahwa saat ini ia sudah memegang barang buktinya sandal yang dimaksud.

“Ini penghinaan luar biasa, ini bahkan lebih parah dari kasus ‘Tuhan Membusuk’ (UIN Sunan Ampel Surabaya, red), tidak bisa dibiarkan!” ujarnya geram.

Ia mengungkapkan dalam beberapa hari ke depan, akan ada pengumuman dari FPI Jawa Timur. Saat ini timnya sedang berkoordinasi dengan beberapa pihak guna mematangkan rencana tindakan hukum yang akan ditempuh.

Red. Farhan
Label:

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.