FPI Online, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) bersama Badan Musyawarah Antar Gereja dan Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Jumat siang tadi (2/10) mendatangi kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari No. 4B, Menteng, Jakarta Pusat.

Kedatangan rombongan pengurus FPI yang dipimpin ketua umumnya, KH. Shobri Lubis dan BAMAG LKKI yang dipimpin oleh Pdt. Agus Santoso ini disambut langsung oleh Koordinator Sub Komisi Mediasi Komnas HAM, Bapak Nurkholis.

Tujuang dari kedatangan FPI dan BAMAG ini adalah untuk mengklarifikasi atas sikap Komnas HAM yang selama ini dinilai cenderung membela PKI dengan dalih rekonsialiasi untuk bangsa.

Setelah memperkenalkan diri, pemaparan pertama dimulai oleh Pdt. Agus Santoso. Ia mengatakan bahwa Negara tidak perlu meminta maaf kepada PKI. Menurut pak Pendeta yang seharusnya minta maaf pada bangsa Indonesia adalah PKI, karena PKI sudah terbukti pernah melakukan pemberontakan pada tahun 1948 dan diulangi lagi pada tahun 1965.

Lebih dari itu, Pdt. Agus juga menyatakan bahwa mudharat PKI bukan hanya menimpa umat Islam, tapi juga seluruh umat beragama, termasuk Kristen di dalamnya. Karenanya, rekomendasi Komnas HAM kepada Presiden Jokowi untuk minta maaf pada PKI, sangat disesalkan umat Kristiani.

Selanjutnya, ganti giliran dari FPI berbicara yang diwakili oleh Badan Ahli FPI Bidang PKI, Ust. Alfian Tanjung. Dalam penyampaiannya, Ust. Alfian mengecam sikap Komnas HAM yang dinilai lebih memihak pada PKI. Selain itu, Ia juga memperingatkan akan bahaya laten kebangkitan PKI.

“Jika sampai PKI dibiarkan bangkit kembali, maka FPI bersama masyarakat akan bangkit melawan pula.” Tegas Ust. Alfian.

Selesai pemaparan dari BAMAG dan FPI. ganti giliran dari Komnas HAM, yang diwakili oleh Bpk. Nurkholis. Pertama, Komnas HAM mengklarfikasi soal Rekonsiliasi. Menurutnya, rekonsiliasi yg dimaksudkan adalah bukan semata untuk kepentingan PKI, tapi rekonsiliasi melibatkan seluruh elemen bangsa.

Lebih lanjut, Pak Nurkholis mengeluhkan pemberitaan media selama ini. Menurutnya, Komnas HAM selama ini dikesankan seolah cenderung membela PKI. Padahal tidak demikian sanggahnya.

Di penghujung, Pdt. Agus Santoso mengingatkan agar mewaspadai kelompok-kelompok yang ingin membawa masalah internal bangsa Indonesia ke forum internasional. 

“Mereka itu tidak jelas berbuat untuk kepentingan siapa?’ Pungkasnya.

Red. Farhan/Ali
Label:

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.