FPI Online, London - Muslimah di Inggris kian hari semakin menjadi sasaran target kebencian kelompok-kelompok radikal Islamophobia, Data statistik di kepolisian London menunjukkan angka penyerangan yang terus meningkat, bahkan penyerangan ini sudah mencapai level berbahaya. Angka pada kepolisian Metro London menunjukkan peningkatan tajam sejak 12 bulan terakhir.

Terdapat 816 penyerangan pada periode ini. Angka ini sangat jauh jika dibanding periode 12 bulan lalu yang tercatat ada 478 penyerangan, meningkat 70 persen lebih. Muslimah yang diserang atau dilecehkan adalah mereka yang biasanya memakai niqob atau cadar. Mereka ada yang diserang secara fisik, namun ada juga yang dilecehkan dengan cara dicopot paksa niqob atau cadarnya. Bahkan yang paling radikal, mengancam akan membakar.

Kabar terbaru yang mengejutkan adalah beredarnya video penyerangan pada seorang remaja muslimah pengguna hijab. Korban terlihat diserang di siang hari ketika berada jalan raya.

Fiyaz Mughal, direktur Group Monitoring Islamophobia di Inggris, mengatakan kepada Al-Arabiya News bahwa 60 persen yang diserang kelompok Islamphobia adalah Muslimah. Mereka menjadi target penyerangan karena penampakan identitas muslim yang mencolok, seperti cadar atau hijab. Satu-satunya alasan penyerangan ini adalah karena kebencian. Kepolisian mengetahui adanya peningkatan penyerangan berkat adanya laporan dari para korban.

Fiyaz Mughal menuding kebencian ini terpupuk karena adanya beberapa Peristiwa. Antara lain seperti pemenggalan-pemenggalan yang dilakukan ISIS di Iraq dan Suriah, masuknya banyak pengungsi Muslim ke Eropa,  pembantaian Charlie Hebdo di Paris, dan lain sebagainya.

Muslim Inggris berharap kepolisian bisa mulai melakukan langkah strategis dan terkoordinir untuk melawan Islamophobia serta tindakan intoleransi secara menyeluruh di seluruh negara tersebut. (*)

Sumber: Al-Arabiya News
Red: Abu Fatima/Farhan
Label:

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.