FPI Online, Jakarta - Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta Rabu tadi (30 September) menggelar rangkaian acara Peringatan 50 Tahun Peristiwa G30S PKI di Aula Lantai 1 STT Jakarta, Jl. Proklamasi 27 Jakarta Pusat. Acara yang digelar sejak pukul 12.30 itu baru berakhir sekitar pukul 18.30 WIB.

Acara yang terselenggara atas kerjasama STT Jakarta dengan Yayasan Bhinneka Nusantara ini menggelar empat rangkaian acara secara berurutan. Pada sesi pertama digelar pemutaran film “Senyap” (The Look of Silence) garapan sutradara berkebangsaan Amerika-Inggris, Joshua Lincoln Oppenheimer.

Film yang pemutarannya pernah dilarang serta dibubarkan diberbagai kota ini dinilai membawa propaganda komunis. Dalam film ini, PKI digambarkan sebagai korban peristiwa tahun 1965, namun kejahatan dan makar PKI sama sekali tidak diulas. Pada tanggal 18 Desember 2014 lalu, Komando Distrik Militer 0833 Malang pernah menghentikan paksa pemutaran film ini disebuah kafe di kota Malang Jawa Timur.

Rangkaian acara berikutnya adalah Seminar dan Diskusi “Genosida dan Penyimpangan Sejarah” dengan pemateri Harry Wibowo, Redaktur pelaksana Portal Prisma.

Disusul seminar berikutnya dengan tema “G30S dari Perspektif Perempuan” dengan pemateri Nursyahbani Katjasungkana. Seorang pengacara yang sangat aktif menuntut pemerintah RI agar mengakui serta meminta maaf kepada “Korban” PKI.

Nursyahbani, bersama Todung Mulya Lubis, pada bulan April 2015 lalu pernah mengadakan seminar dengan tema “1965 Massacre: Unveiling The Truth Demanding Justice (Pembantaian 1965: Mengungkap Kebenaran, Menuntut Keadilan) di kota Den Haag, Belanda.

Nursyahbani dan Todung bersama tokoh-tokoh Barat lainnya seperti Prof. Dr. Saskia E. Wieringa, Dr. Johannes Pieter (Jan) Pronk, Dr. Gerry van Klinken mengumpulkan dan menyampaikan fakta-fakta, seperti layaknya dalam kasus gugatan ke Mahkamah Internasional, yang juga bermarkas di Den Haag.

Selanjutnya, setelah seminar Nursyahabani, disusul dengan acara Refleksi Teologis oleh Pendeta Andreas A. Yawangoe, Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia 2004-2014. Lalu pada sesi penghujung ditutup dengan kesaksian penyintas G30S PKI.

Sejumlah Peserta Peringatan G30S di Sekolah Tinggi Teologia Jakarta

KALANGAN PENDETA MENDUKUNG PKI ?

Pada tanggal 14 Agustus 2015 lalu, Markaz FPI di Petamburan III Tanah Abang Jakarta Pusat didatangi belasan pendeta dari Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI). Kehadiran mereka untuk menegaskan agar seluruh anak bangsa mewaspadai bangkitnya komunisme. Mereka menolak tegas segala upaya untuk membangkitkan kembali komunisme.

Tentu sikap ini perlu mendapat apresiasi karena ternyata dari kalangan Pendeta menampakkan kecintaannya pada NKRI dengan sikapnya yang anti PKI. Hal ini sudah sejalan dengan peraturan perundangan di Indonesia yang menolak dan melarang segala bentuk ajaran komunisme/PKI.

Namun sikap terpuji kalangan Pendeta dari BAMAG LKKI ini rupanya tidak diikuti oleh Sekolah Tinggi Teologia Jakarta. Sejumlah Pendeta dari STT Jakarta bahkan terlihat aktif dalam kegiatan sebagaimana diuraikan di atas. Bahkan STT Jakarta sendiri menjadi tuan rumah dan penyedia fasilitas.

Sejumlah pihak mempertanyakan sikap STT Jakarta ini. Apakah mereka kini sudah menjadi komprador Asing yang membela PKI? Atau masih cinta dengan NKRI? Tentu hal ini perlu mendapat perhatian khusus.

APARAT WAJIB BERTINDAK

Berbagai indikasi kuat kebangkitan PKI (Komunisme) sudah sangat terang benderang serta gamblang. Aparat keamanan seharusnya melakukan tindakan tegas. Tidak membiarkan upaya-upaya bangkitnya kembali PKI (Komunisme).


Undang-Undang di Indonesia masih sangat tegas dan jelas melarang aneka kegiatan penyebaran PKI (Komunisme). Antara lain: Tap MPRS No. XXV Tahun 1966, KUHP Pasal 107a yang berisi larangan penyebaran paham PKI dengan sanksi 12 tahun penjara. Pasal 107b berisi larangan pembentukan ormas PKI dengan sanksi hukum 12 tahun penjara. Pasal 107 c,d dan e: jika menimbulkan kerusuhan maka hukumnya 20 tahun penjara.

Tim Redaksi
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.