Taklim Bulanan Markaz Syariah 5 April 2015
Tema: Mendahulukan Akhlaq di atas Hukum

Kajian ini merupakan Lanjutan dari Kajian Bulan Maret lalu, Dimana Pada Bulan Lalu Habib Rizieq membahas tentang istilah Aqidah, Syariah, dan Akhlaq.
Pada Kajian kali ini, Habib Rizieq akan Menjelaskan secara Rinci tentang Pentingnya Akhlaq.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: "Sesungguhnya Engkau (Yaa Muhammad) benar-benar berakhlaq agung.
(QS: Al-Qalam Ayat 4)
Itulah kesaksian Allah Subhanahu Wata'ala bahwa Rasulullah SAW memiliki Akhlaq yang sangat sempurna, maka sudah semestinya kita sebagai umatnya meneladani Akhlaq Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلَاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menyempurnakan Akhlaq"
(HR. Al Baihaqi)
Hadits di atas menunjukan bahwa akhlaq merupakan MISI KENABIAN. Oleh karena itu, seluruh Ajaran Nabi Muhammad baik menyangkut Aqidah maupun menyangkut Syariat semua ditujukan untuk menyempurnakan Akhlaq.

Hadits Hadits tentang AKhlaq:
1. "Akhlaq yang Baik itu separuh agama" (HR Imam Ad-Dailami dalam Sunan Al Firdaus)
2. "Orang Beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaqnya" (HR.Tirmidzi & Ahmad)
3. "Akhlaq yang jelek merusak amal, sebagaimana cuka merusak madu" (HR. Thabrani)
4. Ada Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, ada seorang perempuan rajin puasa siang harinya dan rajin bangun malamnya. Tapi, dia ini suka mengganggu tetangganya dengan lisannya". Nabi Pun Menjawab "Tidak ada kebaikan dalam diri perempuan itu" (HR. Bukhori)

Dari hadits-hadits di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh Ibadah kita harus mampu memperbaiki akhlaq kita.
Omong kosong orang yang mengaku aqidahnya kuat tapi akhlaqnya rusak.
Omong Kosong kalau dia mengaku Pejuang Penegak Syariat kalau akhlaqnya tidak mulia.
Karena mana kala aqidah itu kuat & Syariatnya dijalankan maka akhlaq pasti Mulia.
Oleh Karena itu, Akhlaq merupakan cerminan kuat atau tidaknya Aqidah kita, dan Akhlaq adalah cerminan tegak atau tidaknya Syariat kita..

Dahulukan Akhlaq di Atas Hukum.
Perumpamaan:
1. Seorang Anak disuruh ayahnya untuk mengambilkan Handuk. Kemudian Sang ayah menyuruh anaknya melempar handuk itu "Nak, Lempar Nak". Dan sang Anak Pun melemparkannya.
Dari contoh di atas, Secara hukum sang anak patuh. Namun tidak berakhlaq karena melempar handuk.
2. Seseorang laki laki yang sholat telanjang dada dan hanya sekedar mengenakan pakaian dari pusar sampai lutut. Secara hukum, solatnya sah. Namun dia tidak berakhlaq dalam beribadah menghadap Allah.
3. Seorang Pemuda hendak menikahi seorang Gadis tanpa memberitahu kepada Orang tuanya. Secara Hukum, pernikahannya sah. Namun pemuda tersebut tidak mempunyai akhlaq kepada Orang Tua. Bagaimanapun, orang tua punya hak untu merestui atau menolak pernikahan anaknya. Alangkah sakitnya Perasaan orang tua jika Anaknya menikah tanpa memberitahu mereka.

Dari ketiga perumpamaan di atas, terdapat pelajaran Berharga. Meskipun Syarat Hukum sudah terpenuhi, namun Jangan tinggalkan Akhlaq Mulia. Sehingga Syariat harus dijalankan bersamaan dengan Akhlaq yang Mulia.
Subhanallaah..

Tonton Videonya di : https://www.youtube.com/watch?v=EjsC4uZdxhQ
Label:

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.