FPI Online - Belakangan sebagian media di Indonesia memberitakan besar-besaran pengungsi Suriah yang bermigrasi ke Eropa. Pemberitaan ini pun diikuti dengan cibiran ke negara-negara Arab tetangga Suriah, seolah mereka tidak peduli, acuh tak acuh, bahkan menutup perbatasan negara mereka dari para pengungsi.

Tapi benarkah kabar ini? Mari kita lihat fakta sebenarnya. Jika kita menelusuri data pengungsi Suriah yang ada di website UNHC.ORG (Website resmi lembaga PBB yang mengurusi pengungsi di seluruh dunia) faktanya ternyata terbalik jauh dari yang diberitakan media sekuler di Indonesis.

Secara hitungan kasar, total pengungsi Suriah sampai pada Maret 2015 saja, sudah tembus angka 3.9 juta jiwa. 1.7 juta berada di Turki, 1.2 juta berada di Lebanon, 600 ribu berada di Jordan, 130 ribu berada di Mesir, dan 245 ribu di Iraq. Namun jumlah pengungsi yang sangat besar di negara-negara Islam ini sepi dari pemberitaan,  

Lihat : http://data.unhcr.org/syrianrefugees/download.php?id=8407

Bandingkan dengan total pengungsi d Eropa. Ternyata jumlah pengungsi terbesar berada di Jerman, angkanya hanya 20 ribu jiwa. Negara Eropa lainnya, jauh lebih kecil dari itu. Sangat jauh jumlahnya dibanding negara-negara Islam yg menampung pengungsi.

Tentu apa yg dilakukan Eropa terhadap pengungsi Suriah perlu kita apresiasi dan ucapkan terima kasih. Tapi pemberitaan tidak berimbang disertai dengan cibiran tentu tidak elok.

Berikut ini adalah salah satu contoh pemberitaan dari media online Tribunnews.com yang berhasil di screen shot:


Red: Farhan


Label:

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.