FPI Online - Kementerian Luar Negeri RI mengetahui soal kehadiran Ketua DPR, Setya Novanto dalam kampanye calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Trump Tower pada Kamis malam, kemarin. Namun, menurut juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, kehadiran Setya di acara itu, tidak mewakili pemerintah. 

"Mungkin, sudah jelas. DPR bukan pemerintah. DPR bagian dari parlemen," kata Arrmanatha seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (04/09) di kantor Kemlu, kawasan Pejambon, Jakarta Pusat. 

Dia mengetahui kunjungan Setya ke Negeri Paman Sam untuk menghadiri tiga pertemuan, yakni Konferensi Ketua Parlemen di New York, bertemu ketua DPR di Washington dan bertemu dengan para diaspora Indonesia. 

"Terkait detail lainnya, mungkin sebaiknya langsung ditanyakan ke DPR," ujar pria yang pernah bertugas di Jenewa dan New York itu. 

Sementara itu, anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya, telah membantah kehadiran Setya dalam kampanye Trump merupakan bentuk dukungan publik Indonesia kepada capres asal Partai Republik itu. 

Menurut Tantowi, sebelum dikenalkan di hadapan publik saat kampanye, Setya dan Trump baru saja menggelar sebuah pertemuan. Keduanya, kata Tantowi bertemu sebagai sahabat. 

Selain itu, Setya ingin menyampaikan terima kasih karena telah berinvestasi di Indonesia. Trump memiliki proyek properti di Jawa Barat dan Bali. 

"Kebetulan saja, beliau sedang menggelar konferensi pers. Tidak ada pembicaraan politik apa pun. Beliau diundang hanya dalam rangka pertemuan persahabatan, jadi saya rasa, hal itu bukan berarti menunjukkan kalau Indonesia mendukung Trump sebagai Presiden AS berikutnya," ujarnya.

Sumber: Suara Islam Online
Red. Ibnu Ahmad

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.