FPI Online, Bogor - Front Pembela Islam (FPI) secara tegas menolak Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 168 Tahun 2015 yang melarang umat Muslim memotong hewan kurban di tempat selain rumah pemotongan hewan (RPH). 

FPI akan membela para penjual dan pemotong kurban yang selama ini sudah sekian lama melakukan pemotongan hewan kurban di tempat-tempat seperti halaman masjid, lapangan, sekolah, rumah dan lainnya.

"Kami akan bela para penjual dan umat Islam dimanapun di wilayah Jakarta yang akan melaksanakan ibadah kurban," kata Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab saat ceramah di Masjid Amaliyah Bogor, Ahad (13/9/2015).

Ia menjelaskan, alasan Ahok mengeluarkan Ingub itu mengada-ada. Alasan Ahok agar memotong hewan kurban di RPH akan lebih tertib dibantah Habib Rizieq. 

"Siapa bilang kalau motongnya di RPH Cakung akan tertib, RPH Cakung itu kecil, sedangkan jumlah kurban akan banyak sekali, akan terjadi antrian yang panjang baik orang, hewan dan kendaraannya. Bayangkan macetnya. Itu belum pembagiannya, apa nanti jutaan orang miskin akan nungguin proses di Cakung. Alasan ini tidak masuk diakal," ujarnya.

Selama ini, kata Habib, di setiap tempat penyembelihan hewan kurban biasanya Zuhur sudah selesai, bersih dan tertib. Pembagiannya juga langsung dikerjakan sehingga warga yang berhak bisa langsung memasak daging kurban. 

Kemudian kalau alasannya kebersihan, itu juga salah, lanjut Habib. Karena selama ini darah hewan itu tidak kemana-mana karena dibuat lubang di tanah. Lokasi pemotongan pun langsung dicuci dan dibersihkan. "Dia (Ahok) anggap umat Islam itu jorok, padahal sudah berabad-abad bahwa kurban itu tidak membawa penyakit," jelasnya.

Dan selama Ahok memimpin Jakarta, jalan protokol ditutup untuk pesta maksiat tahun baru. Acara itu menghasilkan jutaan ton sampah, dan ribuan kondom bekas dan botol miras yang berserakan, serta taman kota yang rusak. Itu seharusnya yang dilarang, lanjut Habib.

Kemudian, alasan Ahok yang berdalih bahwa Saudi Arabia tidak ada penjualan hewan kurban dan pemotongannya di tempat fasilitas umum, itu juga dibantah Habib.

Di seluruh kota di Saudi Arabia pada setiap "Umdah" setingkat kelurahan disediakan "Madzbah" yaitu tempat penjualan dan pemotongan Hewan Qurban sekaligus tempat pembagiannya kepada masyarakat yang tidak mampu. Umumnya yang antri di setiap "Madzbah" pada saat pembagian daging Qurban adalah orang-orang Takruni (orang hitam mantan keturunan budak) yang miskin, dan para pekerja asing dari India, Pakistan, Bangladesh, Rohingya, Philipinan, termasuk TKI dari Indonesia. Nah kalau Ahok mau tiru Arab Saudi, buka dong tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban di setiap kelurahan, bukan se Jakarta digiring ke Cakung, jelas Habib.

"Jadi FPI siap turun membela umat Islam Jakarta, agar para penjual bisa dagang seperti biasa dan memotong juga seperti biasa," pungkas Habib Rizieq.

Sumber: Suara Islam
Red: Farhan
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.